04 Maret 2016

MADecoupage - Jakarta | Tokopedia

MADecoupage - Jakarta | Tokopedia: Belanja online aman dan nyaman dari MADecoupage - For All Decoupage Lover

01 September 2015

Daftar Oriflame hanyah Rp.9900 dapetin hadiah hingga Rp.1.247.000 (Promo 1-30 Sept'15)

Recruitment Campaign

SENTUHAN MANIS KESUKSESAN

Bergabung bersama Oriflame Sekarang HANYA Rp 9.900,-

Syarat & Ketentuan:
  • BP (Bonus Points) adalah poin yang didapat setiap melakukan pembelian produk Oriflame. BP untuk setiap produk Oriflame dapat dilihat pada tabel harga konsultan (CPL). Keterangan lebih lanjut mengenai perolehan BP dapat dilihat pada buku Consultant Manual (Getting Started).
  • Peraih kualifikasi akan mendapatkan hadiah produk pada saat melakukan BP order minimum Rp 200.000,- dalam 1 invoice di bulan berikutnya.
  • Untuk konsutan yang memenuhi kualifikasi Welcome Program, kode hadiah harus diinput ketika melakukan order. 
  • Anda memiliki kesempatan meraih WP1, 30 hari sejak bergabung.
  • Konsultan baru yang REGISTRASI DAN MEMENUHI KUALIFIKASI WELCOME PROGRAM 1 selama periode program (1 - 30 September 2015), berhak untuk bergabung bersama Oriflame hanya dengan Rp 9.900,-
  • Khusus konsultan baru yang REGISTRASI secara ONLINE pada 3 hari terakhir periode program (28, 29, 30 September 2015) DAN MEMENUHI KUALIFIKASI WELCOME PROGRAM 1 terakhir di tanggal 6 Oktober 2015, masih berhak untuk bergabung bersama Oriflame hanya dengan Rp 9.900,-
  • Oriflame berhak mengganti sebagian atau seluruh produk dengan produk lain yang bernilai sama apabila stok produk tidak tersedia.
  • Batas pengambilan hadiah adalah satu periode katalog setelah bulan pencapaian kualifikasi.
For more info please email to sicantikmel@gmail.com

10 Agustus 2015

SBKRI ternyata masih diberlakukan di beberapa jajaran birokrasi di Indonesia.

Belum lama ini saya sedang mengurus proses balik nama waris atas sebuah rumah (darinama almarhumah ibu saya ke nama kami, anak-anaknya).

Ketika saya di Notaris/PPAT, saya dimintai berbagai macam dokumen sebagai syarat untuk pengurusan balik nama tersebut.  Karena kami keturunan Tionghoa, salah satunya adalah SBKRI (Surat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia) atas nama kedua orang tua saya.  Saya sempat kaget ketika dimintai dokumen ini .. hari gini masih toh dimintain SBKRI?  Masih berlaku ya? Kalau kata Notaris/PPAT "Iya maaf bu .. karena undang-undangnya masih pake yang lama".  Sempet pingin marah juga sama Notaris/PPAT nya tapi yaa dia kan juga hanya mengikuti prosedur yang ada yah ..
Karena penasaran saya browse undang-undang apa siiik ney yang bikin ribeds ... kalau saya baca di wiki Dasar hukum SBKRI adalah Undang-Undang no. 62 tahun 1958 tentang "Kewarga-negaraan Republik Indonesia" silahkan liat disini untuk lebih detailnya :
https://id.wikipedia.org/wiki/Surat_Bukti_Kewarganegaraan_Republik_Indonesia 
Tetapi seharusnya SBKRI juga sudah tidak berlaku dan malah ada dasar hukum yang lebih baru yang seharusnya diimplementasikan oleh jajaran birokrasi, ini kutipannya :

Pada tanggal 8 Juli 1996, Presiden Soeharto mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 56 Tahun 1996 tentang Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia.
Di pasal 4 butir 2 berbunyi, "Bagi warga negara Republik Indonesia yang telah memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP), atau Kartu Keluarga (KK), atau Akte Kelahiran, pemenuhan kebutuhan persyaratan untuk kepentingan tertentu tersebut cukup menggunakan Kartu Tanda Penduduk, atau Kartu Keluarga (KK), atau Akte Kelahiran tersebut."
Sedangkan pasal 5 berbunyi, "Dengan berlakunya Keputusan Presiden ini, maka segala peraturan perundang-undangan yang untuk kepentingan tertentu mempersyaratkan SBKRI, dinyatakan tidak berlaku lagi."
Pada 1999, dikeluarkan Instruksi Presiden No 4/1999 tentang Pelaksanaan Keputusan Presiden No 56/1996 yang menginstruksikan tidak berlakunya SBKRI bagi etnis Tionghoa yang sudah menjadi WNI.
Nah loh .. terus KepPres tersebut untuk apa dibuat? Mubazir donk .. udah capek-capek dibuat tapi tidak diimplementasikan.
Karena pada prakteknya saya masih dimintain tuh SBKRI dan saya yakin hal ini juga masih terjadi pada teman-teman "warga keturunan" lainnya. 
Sebagai "minoritas" di Indonesia .. sedih banget dengan pembedaan perlakuan seperti ini.  Saya merasa saya dari lahir sampai sekarang tinggal di Indonesia, dan saya bekerja di Indonsia, dan bayar pajak juga kok sama seperti yang lain. Saya punya Akte Kelahiran, KTP, KK yang notabene diterbitkan oleh pemerintah Indonesia tapi kok ya masih diperlakukan berbeda hanya karena saya adalah warga keturunan Tionghoa.
Ini cuma ungkapan uneg-uneg saya sebagai "kaum minoritas yang tinggal di Indonesia" , bukan bermaksud SARA ya .. apalagi menghasut atau memprovokasi .. murni ini curhatan :)

Sampai kapan Indonesia mau seperti ini?  Umur RI udah mau 70 tahun loch .. sekarang udah tahun 2015 masa' kelakuan masih kek tahun '58?
Semoga uneg-uneg saya ini dibaca oleh pihak-pihak terkait, tapi jangan cuma dibaca doank yaa .. tolong diperhatikan juga implementasinya.  Apalagi di kantor-kantor birokrasi yang melayani masyarakat.